City for all

Kota untuk semua orang, kota ramah tinggal, nyaman dan aman dihuni oleh semua kalangan. Dari mulai anak-anak, orang dewasa, lansia, sampai orang cacat. Seperti apakah itu? Well, saya bukan dari jurusan tata kota (planologi) seperti bapak dan adik saya, kalau soal teori, mereka pasti lebih tau. Saya sebagai orang awam hanya bisa merasakan. Bila tinggal di suatu kota, saya nyaman atau enggak dengan kota tersebut. Setelah tinggal relatif lama di Gent, saya merasa nyamaaaannn sekali tinggal di kota ini. Kota ternyaman yang pernah saya tinggali. Serius. Andaikan keluarga dan semua teman-)teman saya ada di sini, saya mau sekali tinggal lama di sini. Dan setelah tinggal lama di kota ramah tinggal ini, saya jadi men-set kriteria Kota Ramah Tinggal a la Tazy:

Pertama, Kebersihan lingkungan. Dari mulai udara yang bersih, nyaman untuk dihirup dan sedikit polusi. Manajemen pembuangan sampah yang baik, simply, kota yang bersih. Sungai bersih, bisa dipakai untuk transportasi juga, jalanan juga bersih. Gent punya ini, kecuali di pagi hari. Hehee.. harus diakui, Gent pagi hari kotor, dengan botol-botol minuman keras dan leftover makanan di jalan, dan rokok juga. Tapi selebihnya, Gent kota yang cukup bersih. Sungainya bersih, bahkan bisa dipakai untuk boat trip, jalan-jalan keliling kota Gent dengan boat. Udaranya? Jangan ditanya, senang sekali setiap pagi keluar menghirup udara yang bersih dan segar. Kota ini termasuk kota yang kecil dan berpenduduk sedikit. Kebanyakan penduduk Gent adalah pendatang yang bertujuan untuk belajar, entah itu dari Belgia, atau dari seluruh penjuru dunia, jd Gent juga terkanal sebagai kota pelajar. Jadi, mobil tidak terlalu banyak, sehingga polusinya juga sedikit, ini didukung dengan sarana transportasi umum yang memadai (akan diceritakan selanjutnya), dan orang yang kebanyakan memakai sepeda.

Pengaturan sampah tentu maju di eropa sini. Di Gent sendiri, pengaturan sampahnya adalah pemilahan sampah, sampah plastik, botol kaca, kertas dan semua jenis sampah kecuali yang tiga tadi. Masing-masing memiliki plastik khusus, jadi, setiap penghuni rumah harus membeli plastik sampah yang sudah ditentukan pemerintah, harganya 20 Euro satu pak. Lumayan mahal juga, mungkin ini bertujuan supaya penduduk gak banyak buang sampah juga, supaya gak boros. Setiap pagi, petugas kebersihan mengambil plastik sampah tersebut, dan tentu masuk ke kontainer yg berbeda untuk setiap plastik sampah. Nah, kalau ada penghuni rumah yg gak menaati peraturan, ya sampahnya gak akan diangkut, atau mungkin malah kena denda. Ini jenis plastik sampahnya:

373778_2717657226478_1479577654_n384273_2717655346431_91549099_n

Kedua, tingkat kriminalitas yang rendah. Jadi penduduknya merasa aman dari gangguan penjahat. Mau keluar jam berapa pun, di tempat sesepi apa pun, kamu merasa aman. Walaupun berdesakan di dalam bis atau tram, gak pernah ada rasa khawatir pencopetan.

Ketiga, Keteraturan lalu lintas. Ketersediaan tempat parkir, jadi mobil gak parkir di mana-mana yg bisa menyebabkan macet. Di Gent tersedia termpat parkir umum di beberapa titik, misalnya di Sint Pietersplein, Vridagmarkt atau Zuid. Tempat parkirnya itu di bawah tanah, jadi hemat lahan dan tidak mengganggu kemacetan juga. Ada juga beberapa jalan yang di pinggir-pinggirnya menjadi tempat parkir, tapi, tidak seperti di Indonesia, di sini tidak ada tukang parkir. Pengemudi mesti memarkir sendiri dan membayar sendiri di alat yang disediakan. Jadi, gak bisa juga parkir di sembarang tempat, karena kalau tidak membayar melalui alat tersebut atau lupa bayar, bisa kena denda, atau bahkan langsung diderek. Ini alat bayar parkir di Gent:

Selain pengaturan lalu lintas untuk mobil, karena sarana transportasi di Gent yang utama bukan mobil, melainkan sepeda, maka diatur juga lalu lintas untuk sepeda. Dibuat jalan khusus sepeda, ada yang menyatu dengan jalan mobil, dan hanya dibatasi dengan warna yang berbeda (seperti di Indonesia, tp bedanya orang-orang mematuhinya, mobil gak ada yg berani melewati jalur sepeda itu), ada juga jalan khusus yang terpisah, seperti contohnya jalan menuju kampus saya.

Nyaman sekali naik sepeda di Gent, selain ada jalur khususnya, pengemudi mobil dan sepeda motor menghargai pengendara sepeda, selalu berhenti bila sepeda ingin menyebrang, dan di jalan yang besar, ada juga rambu untuk sepeda. Yang unik lagi, sepeda itu dikendarai bukan hanya untuk perorangan saja, tapi bisa juga lho untuk keluarga. Saya menemukan sepeda-sepeda unik untuk keluarga yang gak bisa sy temukan di Indonesia, setiap saya lihat jenis sepeda kayak gitu, saya juga ingin sekali nanti punya sepeda itu dan mangantar anak saya sekolah dengan sepeda…

See? Foto-foto itu bukan hanya menunjukkan berbagai jenis sepeda saja, terapi juga menunjukkan bahwa semua, bener-bener semua jenis kalangan bisa naik sepeda, bahkan saya tau ada 3 Profesor saya, 2 laki-laki dan 1 perempuan, selalu mengendarai sepeda ke kampus. Profesor!! Wow. Dan yang terpenting aman mengendarainya, kota Gent mendukung kalangan bersepeda, yang juga tentunya mendukung lingkungan yang bersih. Jadi, saya ikut-ikut juga nih naik sepeda di Gent, bermodalkan sepeda secondhand dari temen, akhirnya saya menggunakan sepeda juga sebagai sarana transportasi saya sehari-hari 😉

Keteraturan lalu lintas ada hubungannya juga dengan kriteria saya yang Keempat, Safe and convenient Public Transportation. Kendaraan umum yang aman dan nyaman. Kendaraan umum di Gent ada 2 jenis, Tram dan Bus, yang dikelola oleh perusahaan yang sama, De Lijn (The Line). http://delijn.be. Lihat, kendaraan umum saja punya website!! menunjukkan bahwa betapa kota ini sudah melek teknologi sekali. Di website itu kita bisa cari rute bus dan tram. Jadi, tinggal memasukkan tempat asal dan tujuan, juga waktunya, nanti langsung keluar rute yang dia rekomendasikan, lengkap dengan durasinya. Ya. Tram dan Bus di sini sangat teratur jadwalnya, jarang sekali telat. Jadi kita bisa memprediksi perjalanan. How nice, huh?

Kriteria terakhir namun juga penting adalah ketersediaan lahan terbuka, entah itu taman, atau lapangan besar, untuk jalan-jalan, berolahraga, atau event-)event tertentu bisa diadakan di lahan terbuka tersebut. Lapangan terbesar di Gent adalah St.Pietersplein. Lapangan ini super luas, biasa dipakai untuk event-event besar, seperti konser, pesta-pesta besar, kemarin ada event lomba sepeda juga, terus pas winter lapangan ini dijadikan area taman bermain. Ada ice skating, bianglala, dan macem-macem permainan, kayak dufan kecil gitu, aneh aja, dari lapangan besar kayak gini:

Bisa jadi seperti ini:

Sekarang, juga ada taman bermain di St.Pietersplein dengan permainan yang lebih memompa adrenalin.

Untuk Taman kota, yang saya tau, ada 2 taman besar di Gent, yang paling rimbun itu namanya Citadell park, ada danau-danau kecilnya juga. Taman ini biasa dipakai untuk jalan-jalan, olahraga, kadang banyak orang yg membawa anjingnya ke sini. Karena saya baru merasakan 2 musim, sejauh ini Citadell park paling bagus saat musim gugur. Bisa buat hunting foto juga lho… Dan waktu itu, yang paling mengejutkan, saya menemukan ada orang yang menikah di taman ini!! So sweet.. bener-bener taman multifungsi.. Selain untuk reserfoir air, juga untuk rekreasi penduduk kota. Asiknya…

377249_2584086647297_814937664_n

387150_2584087967330_971199782_n

306449_2584118488093_372903041_n

Senang sekali, bukan, tinggal di kota yang ramah tinggal seperti Gent ini, semoga pas saya sampai Bandung nanti, saya tetap bisa naik sepeda di jalan raya, juga memakai lahan terbuka dengan nyaman. 🙂

Advertisements

2 comments on “City for all

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s