Petualangan mencari supervisor.

As you know from the tag below the title of this blog. That studying abroad isn’t always about studying. Yap. Gak selalu. Tapi, gak berarti juga saya jadinya menelantarkan kuliah. Tentu saja saya tetap belajar keras, karena tujuan utama memang kuliah master, yang lainnya yaa sampingan lah. :p

Makanya, daripada orang ngeliatnya saya jalan-jalan terus dan gak pernah belajar, sy ingin menceritakan sedikit pengalaman akademik saya. Bukan cerita saya belajar, bukan.. Karena pasti pada bosan. Tapi, cerita unik tentang bagaimana saya akhirnya dapat bertemu dan berdiskusi dengan supervisor master thesis saya di Melle, Belgium.

Cerita dimulai dari keterarikan saya dengan suatu topik: meat and colorectal cancer. Menarik, bukan? Meneliti tentang pengaruh daging merah terhadap perkembangan penyakit kanker kolorektal. Setelah bertemu sekali dgn promotor yaitu Prof. Stefaan De Smet, akhirnya positif saya bakal thesis dgn beliau dan memulai penulisan proposal sebagai salah satu tugas matakuliah scientific writing, reading and presentation skill.

Setelah itu, saya diminta berkorespondensi dengan seorang supervisor/tutor yaitu mahasiswa Ph.D yang nantinya bakal meng-handle saya dalam pengerjaan thesis. Dan tersebutlah nama: seorang Belgian, Thomas Van Hecke.

Setelah berkorespondensi, saya.benar2 ingin diskusi, krn terasa kurang sekali kalau pakai e-mail. Lalu dia menyarankan untuk bertemu di lab-nya di Melle. Suatu kota di luar Gent. Lab ini terkenal dgn animal nutrition-nya, milik UGent juga, tp agak sedikit di luar kota karena orang2 protes baunya haha. Dan saya berasumsi, oh.. Saya bakal kerja di lab di Melle dong, dgn in vitro digestion saya. Yippiee.. Dan lalu.. #challengeaccepted

Oke. Saya pergi ke Melle. Tanya2 teman gmana pergi ke sana, dan dia bilang yaaa.. Cm naik bus no.44 atau 42, nanti bus stop nya deket labnya kok. Oke. Mudah. Lalu saya pergi dengan santainya.. Lalalallalalaalaa… Setelah tanya supir, dia gak tau alamat yg sy maksud. Hmmm.. Ada firasat ga enak nih. Ahh tp plg dia gak tau, yg jelas, udah bener ini bisnya ke Melle.

Di bis, krn gak tenang, selalu ngecek jalan, langsung cek ke google map. OMG. Kok menjauh yaa dr jalan yg dimaksud. Sampai d pemberhentian terakhir pun begitu. Akhirnya saya kebingungan, lalu… Piiinnnggg.. Email masuk.. Dari supervisor.. Deg. Dia bilang mau jemput saya, karena saya bilang saya nyasar… Yaampun, padahal saya sudah bilang tuh kalau sy ke sananya tanya orang aja. Dan eng ing eng. Berakhirlah sy di jok mobilnya. Sedikit berbasa-basi dan ngobrol ttg penelitian juga. Entah kenapa kegugupan saya ktmu supervisor sirna sudah karena keramahannya. Sudah berasa kayak temen. Alhamdulillah.

Sampai lab, akhirnya cuma diskusi sebentaaarrr banget, mungkin kurang dari 30 menit.. Krn ternyata bukan beliau yang sebenarnya in charge dgn saya #langungkecewa :p saya bahkan sama sekali tidak akan mengerjakan in vitro digestion. Saya hanya diminta melihat saya. Kerjaan saya sebenarnya ada di Lab Coupure, fakultas saya di Gent, hanya tentang tes komet dan cytotoxicity assay saja. Wah. Wah. Wah. Benar2 Super Wah.

Setelah smuanya jelas, sy menanyakan jalan pulang, dan dia merasa harus mengantar saya ke stasiun terdekat, karena menurutnya, ke Gent itu enaknya pakai kereta kalau mau ke lab itu. Oooooooo….. Yaampun. Salah sy juga sih tidak browsing2 dulu. Kepedean. Hehee..

Tapi ya tentu saya menolak tawarannya. Saya bilang.. Tenang.. Saya ada google map. Dan ternyata benar, jalannya mudah ke stasiun itu.

Dan serunya… Sepanjang jalan ke stasiun itu, saya ga berhenti takjud dengan pemandangan pedesaan di Melle. Dan ternyata, lab animal production ini ada di dekat windmill modern milik UGent!!! Ada 3 buah windmill modern yang sudah menghasilkan listrik untuk kota Gent. Menurut saya, itu AWESOME.

image

Dan ternyata, musim semi membuat mekarnya bunga-bunga kecil berwarna kuning dan putih di padang rumput. Cantik sekali..

image

Dan inilah kota dmana lab animal production berada: Gontrode, Melle. Bukan kota Melle spt yg saya asumsikan sebelumnya. Haha. Dan ada stasiun menuju Gent di dekat sana..

image

Cerita belum selesai sampai di stasiun Gontrode ternyata.. Karena sy gak punya tiket kereta, dan gak.ada loket penjualan juga d stasiunnya. Haha. Maklum, stasiun kecil. Jd saya memilih naik bus, yg dipandu oleh teh Nuri via SMS.. Sudah barang tentu kalau saya naik bus, pasti berakhir nyasar. Haha..

Tapi pencarian supervisor di Melle berakhir indah. Sempat solat dzuhur sblm waktu ashar ke tempat rosma yg dilewati bus yg entah jurusan apa. Dan pulang dgn membawa oleh-oleh friets terenak untuk Mbak Yani.

Alhamdulillah. Semoga thesis saya ga sebelibet jalan saya bertemu supervisor ya.. Semoga lancar, aman, sentosa. Bismillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s