Meluruskan niat

Beberapa hari yang lalu, seorang teman menanyakan via skype call, tentang apa sebenarnya niat saya kuliah di Belgia? Karena cita-citakah, atau karena Ridha Allah?

Phiuuuhhh, menjawabnya sungguh berat. Dan akhirnya saya jawab sesuai dengan keadaan saat itu yang memang sedang “lost” dalam artian hilang arah karena bingung dan capek masalah thesis. Saya memang awalnya bercita-cita melanjutkan sekolah di luar negeri. Itu saja, sungguh dangkal ketika dulu saya gak suka mencari kerja atau pun bekerja, seems like it’s not my passion.. Saya lebih suka belajar hal baru, exploring new things, dan gak stuck di satu bangku dalam cubicle mengerjakan hal yang sama setiap harinya. Plusnya lagi di luar negeri, di mana saya bisa jalan-jalan mengeksplor negara baru.

Saya juga pernah sharing di blog seorang teman mengenai alasan saya ingin kuliah di luar negri, ini kutipannya:

Setelah lulus, kemudian saya berpikir mengenai passion saya, saya benar-benar senang dan nyaman ketika belajar atau pun mengajar. Jadi, cita-cita saya ya jadi pengajar, dan saat itu ingin sekali menjadi dosen, sehingga keputusan untuk melanjutkan kuliah pun menjadi mantap. Tidak puas diam di satu tempat saja (Bandung), saya saat itu memiliki mimpi untuk kuliah di luar negri, entah itu EROPA, JEPANG, AMERIKA, atau AUSTRALIA, walaupun saat itu saya sangat ingin kuliah di Belgia.

Dan ini 4 alasan utama saya ingin kuliah di luar negri:

Pertama, field yang saya inginkan, sangat berkembang di luar negri, jika saya hanya lanjut S2 di Indonesia, ilmu saya tentang nutrisi sulit berkembang. Dan saya menemukan di Belgia ini human nutrition-nya sangat baik. Tidak hanya belajar tentang nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tapi juga studi tentang populasi, perekonomian, pengembangan pedesaan, yang terkait dengan nutrisi, bisa juga belajar kaitan antara nutrisi dengan cell and molecular biology. Sangat menarik.

Kedua, tentu semenjak saya sadar bahwa: SAYA ADALAH WARGA DUNIA (I AM A WORLD CITIZEN). I have to go out and see the world. Karena dunia gak hanya INDONESIA saja, bung!! Anda semua patut menginjakkan kaki di seluruh dunia ini, di bumi Tuhan tercinta.

Ketiga, saya ingin “tumbuh”. Saya selama ini hanya diam di tempat, tinggal di Bandung, Zona Nyaman saya. Selain itu, paling hanya Kerja Praktek di Jakarta, itu pun setiap minggu pulang. Dan saya sepenuhnya sadar, kalau saya terus di Bandung, saya tidak akan “tumbuh”, gak banyak belajar, karena manusia itu tumbuh di zona tidak nyamannya, manusia belajar saat dia dihadapkan pada hal-hal baru, menantang dan keras.

Keempat, dan yang terpenting: ini adalah perintah Allah. Allah menyuruh manusia untuk menuntut ilmu. Tuhan juga menyuruh manusia untuk berjalan di muka bumi. Mengenal dunia, mengambil pelajaran dari setiap perjalanan.

Tentunya, masih banyak alasan saya ingin kuliah di luar negri, seperti: belajar masak, belajar hidup mandiri, berkenalan dengan teman-teman baru, melihat salju dan segala keunikakan negara temperata

Seems like those reasons are perfect reason. Memang mudah menyatakannya dalam lisan atau pun tulisan. Tapi siapa yang tahu sih tentang niat yang sebenarnya ada di dalam hati? Niat yang hanya Allah yang bisa LIHAT dan NILAI. Karena konon, semua amal itu akan dinilai pertama kali dari NIAT-nya…

Jadi meluruskan niat, untuk semata karena Allah, atau bisa juga disebut ilmu Ikhlas, adalah perjalanan, perjuangan seumur hidup. Meluruskan niat mesti dilakukan setiap hari, setiap detik, setiap nafas, sehingga pada akhirnya, atau yah, pada pelaksanaannya kalimat ini selalu ada dalam setiap nafas kita:

اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِﷲِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta alam…

Mencari ilmu itu adalah salah satu perintah Allah, kalau niatnya benar, akan jadi ibadah,sedangkan kalau gak bener, akan jadi sia-sia, sebatas ilmu yg didapat di dunia saja. Masya Allah.. berat sekali ilmu ikhlas itu, karena manusia pada dasarka adalah pelupa dan mudah tergelincir. Makanya yg bisa dilakukan cuma terus berusaha untuk jadi Ikhlas dengan terus memperbaiki niat, juga berdoa supaya dimaafkan dari niat yang tersalah dan berlindung dr sifat lupa dan tergelincir.

Semoga, Aamiin…

Tentang pertanyaan niat ini juga, yang bikin saya sadar kalau saya ini lost dan udah gak fokus di hampir tahun kedua saya di Gent ini, membuat saya berpikir ulang mengenai passion saya, dan apa yang membuat saya mulai gak fokus dengan semuanya, gak lagi bisa fokus mengenai keinginan saya sebenarnya, jati diri saya dan mimpi-mimpi saya. Setelah beberapa hari berkontemplasi, saya merasa kehidupan saya selama hampir 2 tahun di Gent ini begitu SELF-CENTERED!! Semua hal saya lakukan untuk kepentingan saya dan ini yang membuat saya resah, karena sesungguhnya passion dan keinginan saya adalah untuk berbagi dan bermanfaat buat orang lain. Saya ingin mengajar, sesegera mungkin membagi ilmu yang didapat di sini. Dan sungguh, saya ingin segera pulang ke Indonesia untuk berkontribusi.. Entahlah menjadi guru apa.. Guru TK pun gak apa-apa. Yang terpenting adalah saya bisa bersama suatu komunitas yang tertawa dan belajar bersama, juga bisa melihat perkembangan anak-anak didik. Rasanya sungguh luar biasa, dan saya sangat kehilangan itu di sini.

Baiklah, saya sangat menanti 4 bulan lagi.. Dan selama 4 bulan ini, mesti berjuang meluruskan niat, juga melakukan yang terbaik, mengambil setiap hal bermanfaat di sini, since my time’s running out here.. I don’t want my 2 years in Europe will become memory only, it has to be lessons learned and things that makes me grow and can be also implemented through my whole life.

Image

 

(photo was taken from tumblr http://latelythesmile.tumblr.com/post/1131049807/doa-iftitah)

Advertisements

5 comments on “Meluruskan niat

    • Hei Beeeelll… Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin… Makasih yaaahh.. Kapan nih kita bertemu sebelum aku bertolak ke Indonesia 4 bulan lagi, hohohoo

      • Sayangnya mesti kencan sama thesis.. huhuu.. Have fun ya bel exploring Europe when you’re still first year student 😉

      • yessssss! absolutely :))) sebelum uang beasiswa habis buat belanja juga hahaha.
        kak tazy ke Porto sambil nesis di tepi pantai. Porto punya banyak stok matahari lhoo :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s