Pure Happiness

Untuk anak perantau macam saya, sering sekali merasa kesepian. I called it being emotionally lonely. Rasanya semua kehiruk-pikukan di Eropa sini, gak mampu membuat saya bahagia, seberapa seringnya saya bertemu teman-teman baik dr Indonesia, maupun teman Internasional, terkadang kebahagiaan itu only last for seconds, and right after the gathering, sharing and laughing together, when I got back to my room, I always feel this loneliness, empty feeling. Especially when I had so much trouble with my mind and heart regarding thesis and also feelings, when my family posted their photos when they are escorting my little sister in the airport to go to Seoul, Korea. It feels so sad that I couldn’t be there with them. There will always be this grieve moment in your life.

Dan, saya bersyukur, when I was in the lowest point of my life, when I don’t know what to do, Allah saves me. AGAIN, through a very deep, touching, and moving lecture by Syeikh Sulayman Van Ael, seorang ulama aseli Belgia yang masuk Islam pada umur 19 tahun, belajar Islam di tanah Arab, menguasai Qira’ah Sab’ah, hapal Al-qur’an tentunya dan menguasai banyak Hadis juga. Ceramah ini diadakan di Islamic Center-nya Belgia di kota Antwerp, Belgia, bekerja sama dengan KPMI (Keluarga Pengajian Muslim Indonesia) Belgia. Judul ceramahnya yaitu “How to be happy”.

In this lecture, we know that we will never get a happiness that will last forever because we always depend our happiness to things in this world. Money, food or people. Manusia bisa bahagia karena ini dan itu, hal-hal yang sebenarnya tidak kekal di dunia. Ustadz Sulayman said that:

we love things in this world that is subjected to change, worn out or leave you. Well, everything in this world is simply will come to an end,

either it will change, be worn out or leave you, or maybe being left by you. Then people always think that what he/she got in that particular moment that makes him/her happy, is PERFECT, but then time flies and suddenly you realize that it was never as perfect as you thought last time. The happiness ends, just like that, when that moment you think is perfect gone, then.. pppfffffff… Your happiness is gone.

So how to be happy forever? It’s very simple but difficult to apply: LOVE ALLAH ONLY, DEPEND ON HIM ONLY. Makes Him the only one reason why you’re happy, or Make Him the reason you live, breath and worship. Because you know, الله‎ WILL NEVER CHANGE, BE WORN OUT OR LEAVE YOU. HE IS EVERLASTING AND WILL NOT COME TO AN END. He will always be there for you. And He always be perfect. Apa pun yang الله‎ kasih itu sempurna, takdir-Nya selalu baik :”)

Tapi kenapa menjadi Ikhlas itu sangat sulit? Untuk mencintai-Nya dan hanya Dia itu sangat sulit? Karena selama ini manusia itu (well, dalam hal ini saya), We always attribute change to ourselves. Kita bisa berubah, kita mau berubah dan kita bisa mencintai Allah, kita bisa mendekatkan diri kita kepada Allah, padahal, kita lupa, kalau Allah itu Maha Berkehendak, Maha Kuasa. Dia yang menentukan kita bisa berubah atau enggak. Dalam ayat-ayat-Nya di Qur’an pun Allah selalu bilang kalau Dia menyesatkan manusia menurut kehendak-Nya dan memberi petunjuk kepada yang Dia kehendaki. Maka dari itu, hendaknya manusia berdoa, berdoa dan terus berdoa untuk diberikan jalan kepada-Nya, diberikan jalan untuk berubah, untuk mencintai-Nya dan dekat kepada-Nya.. Dan juga mohon ampun karena manusia itu gak lepas dari salah dan lupa, yang membuat hati manusia tertutup, sehingga ada hijab atau veil yang membuat hubungan manusia dengan الله‎ terputus. Dan lagi-lagi, siapa yang memutuskan terbukanya hijab itu? Tentu الله‎ SWT, dengan tak lupa kita selalu berusaha ke arah sana..

Di ceramah itu, Syeikh Sulayman juga berbicara lebih jauh tentang ilmu Ikhlas, melakukan segala sesuatu hanya untuk Allah, bahkan bukan untuk masuk surga dan menjauhi neraka, tapi pure karena cinta, rindu kedekatan dengan Yang Maha Kuasa. Beliau bercerita tentang seorang sahabat yang takut mati karena takut tidak bisa lagi merasakan kedekatan dengan Allah saat sujud, romantisme berdua-duaan dengan Yang Maha Agung, yang menurutnya tidak bisa didapatkan di surga, karena di surga nanti kita tidak usah beribadah. Coba bandingkan dengan saya yang tahajjud kalau deket2 ujian aja, puasa sekalian pengen langsing, ngaji kalau lagi sedih aja, Astaghfirullahaladziim… Semestinya, semua ibadah yang dilakukan itu didasari dengan cinta. Kalau kita udah sampai tahap itu, semua ibadah gak akan menjadi beban, malah menjadi kebahagiaan tersendiri, dan kita gak usah mencari-cari kebahagiaan di tempat lain. Cukup Allah bagi kita. Seperti yang Rasulullah SAW katakan kepada Abu Bakar ketika bersembunyi di Gua Hira saat Hijrah dr Makkah ke Madinah:

tumblr_l4b7haGFS61qc3jsho1_500

Laa Tahzan, Innallaha ma’ana. Jangan bersedih, Allah bersama kita. Iya, betul.. Kalau percaya Allah bersama kita, Allah cukup, We are content with Allah, then why sad? Dalam konteks hijrah ini adalah ketika Abu Bakar sedih meninggalkan seluruh miliknya di Mekkah, dan dalam keadaan khawatir akan ketahuan oleh orang Quraisy yang mengejarnya. Tapi Rasulullah SAW menghibur Abu Bakar ra. dengan ayat ini.

Allah is enough. Be content with Allah. The End. That’s how to be happy.

tumblr_l4q9dpCrnt1qbjse5o1_500

 

Note: Saya bersyukur ketika tinggal di negara sekuler semacam Belgia ini, yang gersang dengan agama Islam, yang kekosongan Ilah-nya besar sekali, saya bisa tetap menemukan momen-momen berharga semacam ini. Setidaknya sebulan 2 kali dari KPMI Gent dan KPMI Belgia mendapatkan ceramah-ceramah pengisi kekosongan hati, yang tentunya mesti diperkuat setiap harinya oleh diri sendiri. Tapi pertemuan setidaknya 2 kali sebulan ini cukup mengobati rasa rindu terhadap Majlis Ilmu agama, oh, dan ditambah lagi hikmah silaturahiim yg luar biasa di setiap pertemuannya. Alhamdulillahirabbil’alamiin…. Dan pengajian selanjutnya di Brussels tgl 16 Maret 2013, dengan Aa Gym sebagai penceramah… fabiayyi ala irobbi kuma tukadziban

Advertisements

One comment on “Pure Happiness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s