New Journey: Ph.D scholarship

Dimulai dari pertanyaan Professor di bulan Mei 2013 tentang rencana/keinginan lanjut Ph.D. Tentu saya jawab ada keinginan pastinya. Tapi selalu bertanya kepada diri sendiri… Pantaskah? Dan How? Gimana caranya? Sedangkan funding dari Prof gak ada, walaupun Dua Professor saya sangat mendukung dan bilang: “I will try my best to keep you longer here.” Tetap saja beliau tidak dapat membiayai dana Ph.D selama 4 tahun, apalagi untuk living cost-nya. Tetapi, karena Professor saya sangat ingin saya melanjutkan project-nya hingga publikasi, sehingga beliau berjanji untuk hire saya selama 3 bulan, dan saya memilih dari bulan Oktober – Desember, karena dalam perjanjian beasiswa LOTUS, saya harus pulang dulu ke Indonesia setelah selesai masa studi. Dan kepengen juga sih menghabiskan waktu Ramadhan – Lebaran di Indo.

Dari bulan Mei hingga akhir masa studi saya di UGent, masih bingung dengan funding untuk Ph.D. Seakan jalannya itu masih blur, hitam malah, gak kelihatan jalan menuju Ph.D itu. Lalu, di akhir bulan Juni, saya mendapat kabar bahwa salah satu senior saya dari Indonesia mendapat beasiswa pendidikan untuk S3 di UGent dari Kementrian Keuangan, dengan lembaga yang baru dibentuk pada awal tahun 2013, yaitu LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Setelah bertanya-tanya ke senior saya itu, saya mulai melihat titik terang. Sepertinya karena beasiswa ini terbilang baru, sehingga kesempatan yang diberikan sangat banyak, dan mungkin I have a big chance to get this scholarship. Tapi karena gak mau terlalu PeDe, jadi saya menset mind saya bahwa saya akan pulang for good dan kalau pun balik, paling buat kerjaan lab selama 3 bulan aja, yg sampai akhir tahun itu.

Mengetahui kesempatan scholarship ini membuat saya bersegera mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Segera setelah saya dinyatakan lulus dari UGent, saya langsug mengejar 2 Professor saya untuk meminta surat rekomendasi, dan mengisi Form Aplikasi Ph.D, yang langsung ditandatangai oleh beliau-beliau. Saya juga berjuang untuk mendapatkan Diploma dan transcript of records beserta legalisirannya, hanya dalam waktu 5 hari. Yap, Saya lulus 5 Juli, dan flight saya ke Indonesia itu 10 Juli 2013. Bahkan saya masih mengurus dokumen di hari keberangkatan. What a tough days..

Sampai di Indonesia, selesai mengalami jetlag, saya juga meminta surat rekomendasi dari dosen pembimbing selama S1, dan mengurus beberapa surat lainnya. Akhirnya pada akhir bulan Juli saya menyelesaikan semua aplikasi beasiswa LPDP, menguploadnya di laman web-nya, lalu dikirim.

Subhanallah, Alhamdulillah, prosesnya gak begitu lama ternyata, dari mulai apply ke wawancara hanya sebulan lebih sedikit. Lalu sehabis wawancara sampai diumumkan itu sekitar sebulan kurang, malah. Dan saya lolos. Seakan jalan menuju beasiswa Ph.D ini sangat dimudahkan dan cepat. Nah, karena setelah pengumuman wawancara, ada tahapan di LPDP bernama Program Kepemimpinan yang harus diikuti oleh semua calon penerima beasiswa, dan berlangsung selama 10 hari, dan diduga, setelah itu saya harus melalui proses panjang untuk apply VISA, hal ini membuat saya harus men-cancel rencana awal datang ke Belgia di Bulan Oktober. Dan karena beasiswa jalannya lancar, sehingga professor saya tidak lagi harus membiayai saya di 3 bulan itu, dengan harapan begitu saya datang ke Belgia, saya sudah mendapatkan beasiswa tersebut.

Lalu, setelah melewati 12 hari Program Kepemimpinan LPDP di awal bulan Oktober 2013, alhamdulillah akhirnya saya resmi dinyatakan sebagai penerima beasiswa Doktor Luar Negeri oleh LPDP.

LPDP pengumuman

LPDP kontrak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

And as expected, di akhir bulan Oktober, saya mulai sibuk mengurus VISA, LAGI. As I exactly did 2 years a go. Dan pada tanggal 25 November lalu, saya kembali terbang ke Belgia untuk insya Allah melanjutkan 4 tahun kehidupan saya di Eropa, Belgia, Gent, sebagai Ph.D student di UGent. Alhamdulillah, cannot thank you and praise enough to Allah for this such a very big opportunity He has given me. Let’s make the most of my another 4 years in Europe. Bismillahirrahmanirrahiim.

NB: Next time, akan saya ceritakan seluk-beluk beasiswa LPDP di blog ini, insya Allah.

 

Advertisements

13 comments on “New Journey: Ph.D scholarship

  1. halo mbak tazy, saya lagi baca2 ttg kuliah di belgia krn insha allah akan melanjutkan s2 disana, ga sengaja ktemu blog ini
    saya mau nanya, ga ada hubungannya sih sama postingan mbak ini hehe
    untuk fakultas ekonomi yg bagus disana di universitas mana ya ?
    dan kebijakan membayar biaya kuliah 80euro utk negara berkembang itu berlaku di semua universitas kah ?
    terima kasih 🙂

    • Halo…
      Setau saya jurusan di Belgia yang diajarkan dalam bahasa inggris (International Course Program) itu terbatas, dan kebanyakan bidang sains. Jadi, bisa disiapkan bahasa pengantar Belanda. UGent ada fakultas ekonomi, tp saya kurang tau paling bagus di mana. Saya dengar-dengar sih kalau untuk ekonomi dan manajemen, bagusnya di Antwerpen. Bisa di googling juga (maaf gak banyak membantu –“)
      Untuk bayaran kuliah 80 Euro setau saya baru di UGent, karena di Univ lain, bayarnya tetap sama yaitu sekitar 500-600 Euro gitu kalau tidak salah.

  2. pertanyaan

    hi, aku baca kalau kamu dapat beasiswa LPDP untuk doktoral. tetapi aku baca juga di bagian yang lain kamu lulus dengan predikat Cum Laude dari Ughent. Cum Laude di Ughent itu 68% kan? artinya kurang dari syarat IPK LPDP untuk pelamar PhD (IPK=3,25). Apakah benar begitu? Kalau benar, berarti LPDP tidak saklek harus 3,25? Terimakasih.

  3. Salam Mbak 🙂
    Saya mau tanya ttg surat rekomendasinya yang dari professor. Berhubung format LPDP pakai Bahasa Indonesia, apakah prof pakai format english yang disesuaikan atau bebas aja? 🙂
    Terima kasih.
    Thomhert

    • Maaf baru balas, mungkin jawaban saya sekarang sudah gak relevan ya.. Sy terjemahkan sendiri format dr lpdp ke dalam bahasa inggris, sehingga prof sy bisa mengisinya.. Sukses!!

  4. Mba Tazy, saya Salma. Kebetulan saya sudah lulus wawancara LPDP dan sedang menunggu program kepemimpinan. Universitas saya mengharuskan saya untuk memperlihatkan kontrak beasiswa agar bisa mengamankan kursi. Namun yang saya dengar kontrak pada saat PK hanya tandatangan saja dan akan diberikan mendekati keberangkatan mahasiswa. Kalau pengalaman Mba sendiri, kontraknya diberikan kapan ya Mba? Terimakasih.

  5. Selamat siang mbak tazy, salam kenal saya Aulia,
    Masih tinggal di Belgia mbak? Alhamdulillah akhir bulan ini saya ke Belgia untuk ikut zomercursus selama 3minggu di UGhent. bisa sharing2 mengenai jadwal sholat dan makanan2 halal disana,
    Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s