New Adventure, New Amanah

Sudah 8 bulan saya menjalani studi sebagai Ph.D student di Ghent University, Belgium. Progressnya? Hehehe, masih belum bisa publish jurnal deh intinya. Ada amanah baru (bukan distraction) yang Allah kasih untuk saya di awal tahun ini, tepatnya bulan April dan Mei berturutan. Jadi sebenarnya, kalau mau bicara masalah personal, tepat ssatu hari sebelum berangkat S3 kemarin di Bulan November, saya dilamar oleh teman SMP saya, yang menurutnya sudah menyukai saya sejak tahun 2009, tapi baru mulai mengenal saya lebih dalam 17 hari sebelum melamar (yang bahkan saya pun ga ngeuh kalau di PDKT-in hehe). Long story short, beberapa hari sebelum berangkat kami dekat karena mengurus kado nikahan temen SMP, dan 2 hari sebelum berangkat, saat teman SMP saya menikah, dia menyatakan perasaannya pada saya. Well, kaget banget tentu karena tidak menduganya sama sekali. Dan untuk saya yang mau berangkat S3, setelah drama2 yang terjadi sebelumnya semenjak S2, saya hanya bisa menghela napas panjang dan berkata “Bismillah, mari jalanin dulu taarufnya”. Eh gak taunya, keesokan harinya, Bapak langsung minta sang laki laki ini datang ke rumah, menagih keseriusannya, menimbang saya yang mau pergi dan tak tahu kapan kembali. Dan terucaplah kalimat itu: “Saya berniat untuk mengambil alih amanah sebagai walinya Tazi”. Kaget karena bapak langsung menerimaa.. maklum sih, Mas satu ini sudah cukup dikenal keluarga sebagai pria soleh dan sering ketemu di Masjid Salman.. Kalau jawaban dari saya sih cukup, “Saya percaya insya Allah Fikri (oiya, namanya Fikri hehe) adalah orang yang dapat membimbing saya nanti”. Ehm, kegalauan akan pasangan hidup sirna, dan alhasil di pesawat nangis2 bahagia habis dilamar, dengan orang yang sebenarnya sudah aku kagumi sejak dulu karena aktivitasnya di kampus yang super banget (Pssssttt, jangan bilang bilang Mas Fikri yaa hehehe)..

Oiya, cerita lengkap perjalanan “cinta” kami bisa disimak di satu video buatan sahabat… check this out..

Setelah khitbah ini, tentunya pernikahan harus dilaksanakan secepatnya, karena gak baik juga lama2 berhubungan sebelum menikah walaupun LDR. Jadi setelah obrolan panjang dengan Mas Fikri, juga keluarganya, akhirnya diputuskan acara lamaran keluarga tanggal 1 Januari, dan pernikahan akad nikah tgl 5 April 2014. Yapyaappp… karena kesibukan lab, akhirnya lamaran keluarga saya hadir via skype saja, maklum, mahasiswa beasiswa harus hemat ongkos pesawat yah.. Dan untuk pernikahan bulan April, saya ijin liburan kepada Professor selama 5 minggu. Untuk pernikahan dan tentunya honeymoon πŸ™‚

Alhamdulillah akad nikah dapat diselenggarakan dengan khidmat di Masjid Nurshoffa, tak lain tak bukan adalah Masjid hasil design Mamah tercinta… Dekat rumah lagi, pas sekali..

https://docs.google.com/file/d/0B03abljXsX3-QjVlNWV5aWZFSFk/edit

10570306_10204524549659587_8177126825318347132_n

Setelah akad nikah, resepsi dilangsungkan pada tanggal 15 April 2014, seminggu setelahnya, saya kembali ke Belgia, tapi kali ini ditemani Mas Fikri, tujuannya selain untuk Honeymoon, Mas Fikri juga bisa kenalan sama temen2 Tazi di Belgia dan kenal dengan kehidupan saya di sini. Honeymoon selama 2 minggu, kami jelajahi Paris beserta Disneyland-nya, Luxemburg, Maastricht (Belanda), Aachen (Jerman), Brugge (Belgia).

Setelah itu, dimulailah our Long Distance Marriage.. Mas Fikri pulang ke Indo, dan saya melanjutkan riset saya di sini. Tetapi, gak beberapa lama setelah Mas Fikri balik ke Indo, saya selalu merasa gak enak badan, diawali dengan migrain dan sakit punggung yang sering kambuh, sampai muntah-muntah. Awalnya mengira homesick, gak taunya, setelah periksa test pack dan test darah, saya dinyatakan positif hamil…. Alhamdulillah…

thumb26294

My baby…

Jadi sekarang amanah saya sudah triple, jadi student Ph.D yang baik, seorang istri dan seorang (calon) Ibu juga. Daaaan kehamilan semuanya mesti saya jalani sendirian, walaupun Mas Fikri sempat menemani di bulan ke 2 menjelang 3, saat heboh2nya mual muntah dan gak bisa ngapa2in. Bismillah, pasti banyak suka dukanya, tapi insya Allah dengan bantuan Allah, saya bisa menjalaninya..

Kapan2 saya akan posting khusus tentang kehamilan yang mandiri, di luar negeri lagi. Juga berbagai hal mengenai bagaimana hamil, melahirkan dan mengurus anak di luar negri, khususnya di Gent, Belgium. Apalagi untuk saya yang seorang Ph.D student, tentunya memiliki kesibukan tersendiri. Baiklah, bismillah, semoga 3 amanah ini bisa dijalankan dengan baik, dan bukan menjadi distraction buat saya.. Aamiin…

 

 

Advertisements

10 comments on “New Adventure, New Amanah

  1. Barakallah ya ukh Tazy :). Salam kenal .Insyah Allah semua pasti terlewati.saya dulu hamil muntah-muntah pas musim dingin di Polandia ampe melahirkan di musim gugur.:D Alhamdulillah semua sudah berlalu .Semoga ukhti dikuatkan dan dilancarkan sampai hari melahirkan .Amin .Salam dari Norwegia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s