Jelang Pulkam 2016

Sabtu besok tgl 23 Januari 2016, kami sekeluarga akan pulang ke Indonesia. Kalau ditanya untuk apa, jawabannya bisa ada 3. Pertama, Kalau Mas Fikri pulang Indo untuk menyelesaikan kuliaj s2-nya, jadi selama ini Mas Fikri cuti dulu demi nemenin saya di Gent, tp batas akhir kelulusan semakin mendekat, jd memang harus pulang untuk selesaikan thesis, bimbingan, seminar dan sidang. Kedua, Hudza pulang ikut ayahnya.. Kenapa ga tinggal sama Bunda nya di Gent?? Sebenarnya bisa saja, Hudza tetap daycare, dan Bunda sepagi mungkin bawa hudza ke daycare trus kerja d lab, plg jemput hudza, tapi Mas Fikri takut saya jd gak waras katanya. Harus ngurus Hudza sendirian, ditambah lg pekerjaan rumah, nyuci baju, masak, ditambah harus ngampus setiap hari. Ga kebayang workload nya. Jd diputuskan lah Hudza ikut ayahnya ke Bandung, dengan harapan Bunda bisa fokus studinya, apalagi dalam masa2 evaluasi Ph.D ini (duh jd deg2an). Alasan ketiga, atau alasan kenapa sih saya juga mesti ikut2an ke Indo? Selain pengen wisata kuliner Saya harus nemenin juga Mas Fikri di pesawat.. Walaupun sebenernya kalau sy tega, bisa juga sih biarin Mas Fikri berdua Hudza di pesawat. Tapi umur setahun ini kadang kalau rewel mesti dihandle dua orang, dan blm kebayang juga keriweuhan di pesawat bawa bayi sambil bawa banyak barang, waktu itu aja udah berdua mamah padahal, masih cukup riweuh. Semoga aja keputusan kami tepat..

Nah, menjelang tgl 23 Januari besok, selain packing dan siapin oleh2, ternyata saya dan mas fikri justru makin tambah sibuk, ditambah lagi cuaca yang udah mulai sangat dingin, membuat fisik kami berdua ngedrop. Saya masih sangat sibuk di lab, tentunya sebelum pulang, walau cuma 2 minggu untuk saya, tp harus menyelesaikan banyak eksperimen, yg memakan waktu dr pagi sampai sore sekali. Sedangkan Mas Fikri, tentu sibuk sama Hudza. Sayang sekali Hudza sudah selesai daycare nya dr Jumat lalu, kontrak nya sudah diterminate untuk Januari 15, dari 3 bulan lalu, sebelum kita tau tgl keberangkatan ke Indo. Dan sekarang karena cuaca yg mendingin, Hudza jadi pilek dan berakibat juga ke telinga nya.

Ya, lagi2 kami harus ke dokter, kali ini dokter THT, hasil rujukan dokter anak seminggu lalu, yang melihat kalau Hudza terus2an merah telinga tengah nya. Setelah diperiksa dokter THT, ternyata lendirnya masuk ke dalam telinga, yg menurut dia akan membuat telinga nya sakit saat take off dan landing kalau naik pesawat nanti.. Yang bisa kami lakukan adalah terus menerus membersihkan saluran pernafasan Hudza dengan physiological water juga Nesivine, supaya semua saluran clear dari lendir/slime, dan lakukan sampai satu jam sebelum take off juga landing. Dan sampai di Indonesia, harus kontrol jg ke dokter THT, kalau ga membaik, dokternya bilang harus operasi kecil, dirobek sedikit gendang telinganya, dan dimasukkan semacam tube untuk mengeluarkan lendir dr telinga tengah nya. Ya Allah, ternyata sampai segitunya efek dari infeksi telinga tengah buat bayi.. Semoga saja lendir2nya bisa segera hilang, dan memang cuma karena dingin aja. Semoga sampai Indonesia Hudza bisa kembali sehat ceria, ga usah pakai operasi segala.. Aamiin

#ODOPfor99days
#day12

Advertisements

6 comments on “Jelang Pulkam 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s