A choice I regret the most

Satu pilihan yang sampai saat ini PALING saya sesalkan adalah keputusan untuk mengambil Ph.D. Keputusan yang membuat saya berpisah dengan anak saya, yang membuat saya gak bisa mencurahkan seluruh waktu saya untuk dia, tidak bisa memberikan ASI eksklusif, tidak membersamainya dalam masa emasnya (Bahkan nulis ini sampe nangis dulu 10 menitan!!).

Sebenarnya bukan keputusan mengambil Ph.D nya sendiri yang saya sesalkan, tapi lebih ke pertimbangan yang tidak matang untuk pengambilan keputusan itu sendiri. IMPULSIF. Main ambil tawaran Prof, padahal belum matang rencana ke depannya mau ngapain. Padahal saat itu lebih kepengen nikah, cuma gara2 belum ada calon aja, jadi udah keburu pesimis bakal nikah dalam waktu dekat, jadi mending Ph.D aja deh. Nah, jenis keputusan kayak begitu yang masih saya sesali. Ketidakmatangan VISI HIDUP.

Lalu apa dong yang membuat saya terus menjalaninya? Katanya gak boleh lama2 terjebak sama pekerjaan yang bukan passion? Gak boleh terjebak dalam kesedihan mengutuk keputusan lampau?

Jawabannya hanya satu: AMANAH. Iya, amanah Ph.D ini lebih dulu dari amanah jadi istri dan ibu, dan mendesak, sangat mendesak. Amanahnya gak tanggung2, dari seluruh rakyat Indonesia yang bayar pajak. Karena beasiswa saya dibiayai negara. Kalau gak ada amanah sebesar ini di pundak saya, mungkin sudah resign sejak hamil kali ya. Seperti teman satu lab orang Belgia, yang resign setelah punya anak, pengen fokus ngurus anak katanya. Salut!!

Lalu, semakin galau ketika lihat video Bunda Elly Risman, psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati mengenai bahaya pornografi dan LGBT, terutama mengincar anak yang beribu tapi tak beribu, berayah tapi tak berayah. Ya Allah, CIRAMBAY lihatnya, itu kenapa persis kayak saya sekarang, jauh dari anak, anak gak lagi bisa ngerasain dipeluk ibunya, makin sedih pas video call Hudza kayak gak ngenalin Bunda nya lagi, ini baru kurang dari seminggu, apalagi 3 bulan, 6 bulan mendatang? Dapatkah nanti saya memperbaiki kekosongan hati Hudza akan Bunda nya nanti? I don’t know, hanya bisa berdoa semoga penyesalan ini bisa berbuah manis (bisa kah????), dengan dipersatukannya keluarga kami kembali dalam kondisi yang jauh lebih baik, suami dan saya sama2 bisa menyelesaikan amanah dan Hudza bisa kembali bersama ayah bunda nya, dan bisa tumbuh sesuai fitrahnya.

Mungkin saat ini kepala memang lagi dipenuhi kekhawatiran, tapi kalau berislam itu hanya dibutuhkan FAITH alias Iman, salah satunya Iman kepada Qada dan Qadar. Pada TAKDIR, percaya bahwa yang sudah terjadi memang yang TERBAIK, memang belum lihat saja ujungnya hidup ini kayak gimana, ujungnya jalan menanjak lagi sukar ini kayak gimana, tapi insya Allah, dengan pertolongan Allah, ujungnya PASTI BAIK, apa pun itu. Hanya butuh PERCAYA. Bismillah, Laa Hawla Wa Laa Quwwata illa billah.

#ODOPfor99days

#day17

Advertisements

2 comments on “A choice I regret the most

  1. Teh Tazyyyy.. Semangat teh, In sya Allah diberikan jalan yg terbaik. Niat utk s3nya juga utk ibadah, jadi Hudza akan dijaga trus sama Allah, bkn berarti bunda-nya ga deket ga sayang kan.
    Aku jg nonton videonya Bunda Elly Risman, luar biasa. Bener2 jadi pegen ortu yg “ada” buat anaknya. Trus yg asalnya pngn S3 jadi kepikiran deh.. eng eng.. nnti gimana yaah anak (dan mgkn calon anak berikutnya)? heuheu…

    • Makasih banyak, Monik 🙂 Iya, kadang justru karena sayang, malah harus pisah ya, supaya anaknya dapat pengasuhan terbaik, ga kebayang juga kalau berduaan sama saya aja di sini..
      Betul2, video nya menggugah banget, trus bikin jd inget salah2 masa lalu ke anak..
      Wah iya, Monik.. mesti dipikirin banget sih kl mau Ph.D + Mom. Terutama diskusi sama suami, dan balik lagi ke visi keluarga.. Semoga dapet keputusan yang matang dan terbaik yaaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s